Ku mengaggumi mu dari 5 tahun yang lalu, kulihat kau dari kejahuan kau telah mempesona hatiku ingin ku berkenalan dengan mu tapi apa daya ku tak punya cara atau keberanian untuk berkenalan dengan mu karena kita berbeda fakultas.
Tapi ketika ku tahu kau pindah dari fakultas mu menuju fakultas yang sama denganku alangkah senang hati ini bagaikan muncul cara untuk bisa berkenalan dengan mu tapi karena ku yang tak berani, biarpun kita sudah satu fakultas tetap saja ku hanya bisa memandangi mu dari jauh tanpa tau harus berkata apa jika ingin tahu tentang mu.
Setelah sekian lama ku hanya bisa memandangmu akhirnya ku mendapatkan kesempatan yang sangat baik aku bisa satu kelas dengan mu untuk salah satu mata kuliah munculah akal dan target aku pasti bisa berkenalan dengan mu dan benar saja aku bisa berkenalan dengannya tanpa berlama2 aku sudah bisa akrab denganya.
Kedekatan ku denganya semakin lama semakin kurasa dekat dan keberanian ku akhirnya aku bisa mengajaknya untuk keluar dan meneganalnya lebih dekat betapa indah malam itu biarpun ku harus menempuh jarak 20 km untuk hanya sekedar menjemputmu dan berjalan 15km lagi untuk ketempat acara tersebut.
Tapi itu semua tak kurasa lellah selama ku bisa menghabiskan malam ini denganmu, melihat wajahmu tersenyum tertawa saja bagaikan sudah sangat menghapus kelelahan ku.
Tak terasa jam sudah beranjak malam kisah pertemuan kita pun harus diakhiri tapi biarpun kita sudah pulang tapi kita tetap bisa bbman dari situ aku merasa makin dekat denganya seringkali kita bercanda kadang engkau mengadu kalo kau sakit ahhhhh serasa ingin mengulangi masa itu.
Ketika kamu lagi bt ketika kamu sedih saat kau cerita padaku pasti aku tanggapi dengan serius tak ada kalimat yang bisa keluar dari mulutku tak ada kalimat becandaan yang biasa ku katakan pada teman2ku.
Itulah aku saat ku dekat dengan orang yang kusuka lidah ini serasa keluh untuk berbicara aku hnya menjadi orang bodoh yang mendengar ceritam mu dan menatap wajahmu.
Saat aku ingin mengatakan perasaan ini pada mu kau selalu menjauh dari aku saat aku ingin mengatakan perasaan ku selalu saja ada yang membuatku ragu ada yang membuat ku mundur tapi sekarang aku tak bisa mengatakan perasaan ku padamu sama sekali.
Saat kau sudah bersama dengan yang lain ku turut senang selama kau senang dan birkanlah perasaan ini kupendam sampai ada saatnya aku mengatakanya pada mu.